Wednesday, 11 February 2015

Allah Maha Besar



Rasulullah bersabda :
"Apakah kalian ketahui berapa jarak antara langit dan bumi?"
"Kami menjawab:" Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu".
Rasulullah bersabda : "Jaraknya adalah 500 tahun perjalanan, dan jarak antara langit dengan langit berikutnya sejauh lima ratus perjalanan, dan Allah meluaskan setiap langit seluas lima ratus tahun perjalanan. Di atas langit ketujuh terdapat laut (air) yang luasnya seluas antara langit dan bumi, dan Allah di atas segalanya, namun tidak ada yang luput dari-Nya semua perbuatan anak keturunan Adam (manusia)". (HR Al-Hakim)

Jika kita merasa besar, ingatlah bahwa bumi saja sangat kecil dibandingkan dengan tata surya yang diketahui manusia, belum lagi alam semesta yang belum diketahui manusia. Allah Maha Besar, mari kita bermusahabah/Intropeksi diri untuk apa kita ciptakan Allah SWT?

7 PAHALA YANG MENGALIR KETIKA MENINGGAL DUNIA

(سبع يجري للعبد أجرهنّ وهو في قبره بعد موته)
Tujuh hal yang pahalanya mengalir kepada hamba sementara hamba itu di dalam kuburnya setelah ia maninggal dunia

عن أنس رضي الله عنه،قال:
Dari Anas semoga Allah meridhoinya

قال رسولُ الله صلى الله عليه و سلم:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

((سَبْعٌ يَجْرِي لِلْعَبْدِ أَجْرهُنَّ،وَهُوَ فِي قَبْرِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ:
Tujuh hal yang pahalanya mengalir kepada hamba sementara hamba itu di dalam kuburnya setelah ia maninggal dunia

مَنْ عَلَّمَ عِلْماً،

Orang yang mengajarkan satu ilmu,

أَوْ أَجْرَى نَهراً،
Atau yang mengalirkan satu sungai,

أَوْ حَفَرَ بِئْراً،
Atau yang menggali sumur,

أَوْ غَرَسَ نَخْلاً،
Atau yang menanam sebatang kurma,

أَوْ بَنَى مَسْجِداً،
Atau membangun sebuah masjid,

أَوْ وَرَّثَ مُصْحَفاً،
Atau mewariskan (membagi) sebuah mushhaf Al-Qur'an,

أَوْ تَرَكَ وَلَداً يَسْتَغْفِرُ لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ)).
Atau meninggalkan seorang anak yang akan mendoakannya setelah ia meninggal.

[حسّنه العلاّمة الألباني رحمه الله،في صحيح الجامع ٣٦٠٢]

Hadis dihasankan oleh al Allamaj al Albani, di shahih al Jami' 3602

كُنْ مِفْتَاحاً لِلْخَيرِ وَانْشُر
Jadilah anda sebagai pembuka kebaikan dan sebarkanlah...

Tuesday, 10 February 2015

LAFADZ-LAFADZ YANG RINGAN DI LIDAH



Bismillahirrahmanirrahim...



Alhamdulillah, dzikir yang satu ini pun sudah kita hafal sejak lama. Dzikir ini dapat kita amalkan setelah sholat sebanyak 33 kali (HR. Bukhari dan Muslim).
Atau kita dzikirkan pula sebelum tidur sebanyak 33 kali (HR.Bukhari dan Muslim).
Dalam satu riwayat lain, dibaca sebanyak 34 kali sebelum tidur.

Lafadz ini juga disunnahkan untuk diucapkan ketika kita dalam perjalanan dengan kondisi jalan yang menurun (HR. Bukhari dalam al-Fath VI/135).Dapat pula kita ucapkan ketika kita sedang takjub dengan kebesaran ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala (HR. Bukhari).

Ada pula lafadz tasbih lainnya yang telah diajarkan Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagai berikut:
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dua kalimat yang ringan di lidah, berat dalam timbangan, dicintai Allah Yang Maha Pengasih , (yaitu),

ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻩِ ، ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴﻢِ

ّ“Maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya, maha suci Allah Yang Maha Agung.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pada hadits lainnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Sesungguhnya ucapan yang paling dicintai Allah adalah

ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَ ﺑِﺤَﻤْﺪِ (HR. Muslim)



muslimah.or.id


•√ Wallahu Ta'ala A'lam
•√ Silakan di sebarkan
•√ Semoga Bermanfaat

طلب العلم C0046DA92

[ Ikhwan : 08125330488 ]

[ Akhwat : 081257735988 ]

Pentingnya Menjaga Sholat







Dari Abdullah bin 'Amr bin 'Ash ra, Rasulullah SAW bersabda:

"Siapa yang menjaga Shalat, maka pada hari kiamat Shalat akan menjadi Cahaya, Hujjah dan Penghalang baginya dari Api Neraka. Siapa yang tidak menjaga Shalat, maka shalat tidak akan menjadi Cahaya, Penyelamat dan Hujjah baginya dan pada Hari Kiamat ia akan bersama Fir'aun, Haman dan Ubay bin Ka'ab" (Hadis Riwayat ad-Darimi)

Monday, 9 February 2015

MATAHARI PERNAH BERHENTI BERPUTAR

Bismillahirrahmanirrahim..

Matahari pernah berhenti berputar karena perintah Allah, ini terjadi pada zaman seorang Nabi yang bernama Yusya' bin Nun dari Bani Israil 'Alaihi ssalam.
 
 عن أبي هريرةرضي الله عنه، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (( غزانبي من الأ نبياءِ فقال لقومهِ : لا يتبعنِي رجلٌ ملكَ بضعَ امرأةٍ ، وهو يريدُ أن يبني بِها ، ولمّا يبنِ . ولاآخرَ قد بنَى بُنينا ، ولما يرفَع سقفها . ولا آخر قد اشترَى  غنمًا  أوخلفاتٍ ، وهو منتظرٌ ولا دِها . قال : فغزَا . فأدنَى للقر يةِ حينَ صلاةِ العصرِ . أو قريبا  من ذلكَ . فقال للشمسِ : أنتِ مأ مورةٌ وأنا مأمورٌ . اللهم احبسْها علىّ شيئا . فحبستْ عليهِ حتى فتحَ اللهُ عليهِ . )) رواه مسلم.
 
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: " Pernah ada seorang Nabi dari Nabi-Nabi (Bani Israil) beperang (di jalan Allah), (sebelum berangkat perang) dia berkata kepada prajuritnya (kaum mukminin): " Yang tidak boleh ikut perang bersamaku adalah :
  1. Setiap laki-laki yang memiliki beberapa istri sedang dia belum mendatangi mereka.
  2. Dan siapa yang sudah membangun rumah tapi belum membangun atapnya.
  3. Dan siapa saja yang telah membeli kambing sedang dia menunggu-nunggu kambingnya beranak".
Maka berangkatlah Nabi tersebut dengan kaum mukminin hingga sampai suatu perkampungan (musuh) pada waktu Ashar. Dia berkata kepada matahari: " Engkau adalah makhluk yang sedang menjalani perintah, Aku juga makhluk yang sedang menjalankan perintah". "Ya Allah, tolong hentikan peredaran matahari sejenak untukku". Maka Allah menghentikan matahari tersebut dan memberikan kemenangan untuknya". (HR Muslim)

عن أبي هريرة رضي الله عنه، قال رسولالله صلى الله عليه وسلم: (( إن الشمس لم تحبس إلا ليو شع ليا لي سار إلى بيت المقدس )) رواه أحمد

"Sesungguhnya matahari belum pernah dihentikan kecuali untuk Yusya' saja beberapa malam (tidak ada malam) hingga Beliau sampai ke Baitul Maqdis (Palestina)". (HR Ahmad)
 
Ini semua menunjukan bahwa matahari beredar mengelilingi bumi.

والله أعلم 

Thursday, 5 February 2015

Janganlah Menyia-nyiakan Waktu.






Sesungguhnya waktu sangat mahal,
Tidak akan ada yang sanggup membeli waktu.
"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi,
kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya
dalam satu hari yang kadarnya adalah
seribu Tahun menurut perhitunganmu"
(QS : As-Sajdah Ayat : 5 )

"NASIHAT ULAMA"

Bismillahirrahmanirrahim...

Para Ulama selalu menasehatkan kepada kita, “Amalkanlah Ilmu!” Ilmu bukan hanya sekedar tambah wacana, untuk berbangga diri, atau supaya disebut pintar debat. Siapa yang tidak mengamalkan ilmu, maka sia-sialah ilmunya bagai pohon yang tidak berbuah.

Malik bin Dinar berkata,

من طلب العلم للعمل وفقه الله ومن طلب العلم لغير العمل يزداد بالعلم فخرا
“Barangsiapa yang mencari ilmu (agama) untuk diamalkan, maka Allah akan terus memberi taufik padanya. Sedangkan barang siapa yang mencari ilmu, bukan untuk diamalkan, maka ilmu itu hanya sebagai kebanggaan (kesombongan)”. [Hilyatul Auliya’, 2: 378].

Dalam perkataan lainnya, Malik bin Dinar berkata,

إذا تعلم العبد العلم ليعمل به كسره علمه وإذا تعلم العلم لغير العمل به زاده فخرا

“Jika seorang hamba mempelajari suatu ilmu dengan tujuan untuk diamalkan, maka ilmu itu akan membuatnya semakin merunduk. Namun jika seseorang mempelajari ilmu bukan untuk diamalkan, maka itu hanya akan membuatnya semakin sombong (berbangga diri).” [Hilyatul Auliya’, 2: 372].


Wahb bin Munabbih berkata,

مثل من تعلم علما لا يعمل به كمثل طبيب معه دواء لا يتداوى به

“Permisalan orang yang memiliki ilmu lantas tidak diamalkan adalah seperti seorang dokter yang memiliki obat namun ia tidak berobat dengannya.”[Hilyatul Auliya’, 4: 71].
Ibrahim Al Harbi berkata,

حملني أبي الى بشر بن الحارث فقال يا أبا نصر ابني هذا مشتهر بكتابة الحديث والعلم فقال لي يا بني هذا العلم ينبغي أن يعمل به فان لم يعمل به كله فمن كل مائتين خمسة مثل زكاة الدراهم

“Ayahku pernah membawaku pada Basyr bin Al Harits, lanta ia berkata, “Wahai Abu Nashr (maksudnya: Basyr bin Al Harits), anakku sudah masyhur dengan penulisan hadits dan ia terkenal sebagai orang yang berilmu.” Lantas Basyr menasehatiku, “Wahai anakku, namanya ilmu itu mesti diamalkan. Jika engkau tidak bisa mengamalkan seluruhnya, amalakanlah 5 dari setiap 200 (ilmu) seperti halnya hitungan dalam zakat dirham -perak- (yaitu 1/40 atau 2,5%). [Hilyatul Auliya’, 8: 347].

بَارَكَ اللَّهُ فِيْك ....

√ Wallahu Ta'ala A'lam
√ Semoga Bermanfaat
√ Silakan di sebarkan

طلب العلم C0046DA92
[ Ikhwan : 08125330488 ]
[ Akhwat : 081257735988 ]