"Barangsiapa mandi pada hari Jum'at, berangkat lebih awal (ke Masjid), berjalan kaki dan tidak berkendaraan, mendekat kepada imam dan mendengarkan khutbahnya, dan tidak berbuat sia-sia, maka dari setiap langkah yang ditempuhnya dia akan mendapatkan pahala puasa dan shalat malam setahun."
Friday, 22 May 2015
Subhaanallaahi Wa Bihamdihi Subhaanallaahil 'Adzim
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda : “Ada dua kalimat yang dicintai oleh Allah, ringan di lisan, dan berat di timbangan, yaitu bacaan; subhaanallaahi wabihamdihi subhaanallaahil ‘adzim” (HR. Bukhari)
Bertasbih
Sa’ad berkata, “Kami pernah berada di sisi Rasulullah SAW. Setelah itu beliau bertanya, ‘Apakah mampu salah seorang dari kalian memperoleh seribu kebaikan dalam sehari?’ Lalu salah seorang dari para sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah, bagaimana mungkin seseorang akan mampu meraih seribu kebaikan dalam sehari? ’Rasulullah SAW. bersabda, ‘Ketahuilah bahwa orang yang bertasbih seratus kali akan dicatat seribu kebaikan untuknya dan dihapus seribu kesalahan darinya’.” (HR Muslim, No. 4866)
Tuesday, 5 May 2015
Mengenal Lebih Dekat Syariat Islam
Alawy Aly Imron Muhamad pernah
mendapat pertanyaan, kenapa dalam Islam banyak sekali ajaran yang
membingungkan, kerap terjadi perbedaan pendapat? Bahkan, dalam ritual ibadahnya
sendiri ada beberapa yang berbeda, semisal ada yang qunut dan ada juga yang
tidak. Serta, tentu masih banyak yang lain. Bukankah dengan “kenyataan” ini,
justru menunjukan bahwa Islam itu agama yang sepertinya ambigu; satunya melarang, satunya membolehkan.
Ulamanya tidak satu suara.
Pertanyaan
di atas, jika di-drible-kan kepada Muslim yang awam tentu saja akan
menimbulkan kebingungan, bahkan bisa jadi keraguan (tasyrik). Dan sekilas,
secara logika Muslim awam tadi yang tidak tahu dengan jelas peta syariat
(kecuali hanya mengikuti saja), pertanyaan di atas cukup “mengusik”.
Namun,
benarkah ajaran Islam sepertri itu? Betulkah ia ambigu sebab banyaknya
perbedaan pendapat, bahkan mazhab-mazhab khususnya fiqih? Islam mana yang
“benar”?
Sebelum
kita masuk pada penjelasan mengenai persoalan ini, ada beberapa hal yang harus
kita ketahui bersama, yaitu hendaknya kita kembali mengenal dengan baik syariat
yang kita peluk dan kita yakini. Bahwa secara global, ajaran-ajaran dalam
syariat Islam terbagi menjadi dua, yaitu, ajaran yang Prinsipiil (ushulliyah)
dan parsial (furu’iyyah).
Hal-hal
yang ushuliyyah adalah semisal bahwa Allah adalah Dzat Yang Esa, Muhammad
adalah Nabi Terakhir dan tidak ada nabi setelahnya, wajib sholat 5 waktu, wajib
puasa Ramadhan, haramnya zina, harammnya minuman keras, dan lain-lain.
Nah,
dalam hal-hal prinsip ini tak boleh terjadi perbedaan antar umat, apapun
ideologinya. Sebab, perbedaan prinsip bisa mengeluarkan dari Islam. Contohnya,
jika meyakini bahwa ada tuhan selain Allah, masih ada Nabi setelah Nabi
Muhammad, atau sholat 5 waktu tak wajib, dan seterusnya. Hall-hal prinsipiil dalam
Islam ini sering disebut dengan istilah “ma’lum fid din bid dhoruroh”,
sesuatu yang diketahui secara otomatis oleh Muslim paling awam sekalipun.
Nah,
sedangkan wilayah yang selama ini banyak sekali terjadi pebedaan adalah dalam
hal-hal parsial (furu’iyyah) saja. Yang tentu saja tidak mengeluarkan pelakunya
dari Islam. Semisal pebedaan-perbedaan dalam hukum (ada yang bilang boleh, dan
ada yang bilang tidak), semisal ada yang qunut dan ada yang tidak. Dan, perbedaan
pendapat ini bukanlah hal yang dipahami sebagai sesuatu yang ambigu,
tetapi justru merupakan opsi bagi umat,
karena tetap bermuara dari salah satu empat sumber utama; Al-Qur’an, Sunnah, Ijmak,
dan Qiyas.
Masuk
dalam bahasan ini adalah 4 mazhab fiqih cukup kita kenal (Syafi’i, Hanafi,
Maliki, Hambali), dari 14 mazhab yang ada di muka bumi ini. Nah, keempat mazhab
ini terbentuk dari perbedaan pemahaman dalam hal-hal parsial (furu’iyyah),
yang tak ada pengaruh apa pun pada hal-hal prinsip (ushuliyyah) dalam
syariat.
Bahkan,
sebenarnya persoalan semacam tawassul, tahlil, maulid, dan segala macam kerap
dipandang syirik itu pada dasarnya juga furu’iyyah (parsial), jika yang
memperdebatkannya selama ini paham dengan baik permasalahan yang diributkan,
melalui perangkat-perangkat teknis syariat semisal Ushul Fiqh dan Qowa’id
Fiqhiyyah.
Nah,
karena persoalannya adalah furu’iyyah maka tidak elok jika hal-hal
parsial yang tidak ada pengaruh pada akidah/tauhid itu diributkan. Meributkan
hal-hal furu’iyyah (dengan menganggapnya sebagai ushuliyyah)
menunjukan kebelumpahaman orang itu akan syariat yang agung ini. Menjadi
masalah lagi saat ada orang tak mau mengikut salah satu mazhab. Hal ini juga
terjadi dari ketidakpahaman soal syariat.
Sebab,
jika ada seseorang mengklaim bahwa dia tidak ikut mazhab mana pun, pada
dasarnya mau tidak mau dia tetap akan bermazhab. Lebih parah (dan menujukkan
kalau orang itu tidak paham ilmu mantiq) jika mengklaim bahwa mazhabnya adalah
mazhab Nabi Muhammad. Karena dengan anggapan ini, justru secara kurang ajar
orang itu menurunkan kedudukan Nabi menjadi mujtahid. Sementara mujtahid itu
pasti mengalami dua hal, jika tidak salah maka benar (meski keduanya tetap
berpahala dengan klasemen berbeda). Dan
Nabi tidak mengalami hal itu (salah), sebab seluruh yang datang dari Nabi
adalah kebenaran mutlak karena merupakan wahyu dari Allah.
Intinya,
jika ada Muslim mengaku tidak bermazhab, langsung bilang kembali ke Al-Qur’an
dan Sunnah, sebenarnya dia tetap nyolong mazhab. Bahkan, belajarnya pada guru
atau pada buku adalah juga bentuk bermazhab, alhasil, sekali lagi, tak perlu
bingung dengan perbedaan dalam hal parsial (furu’iyyah). Sebab, itu
justru merupakan opsi dan kebebasan bagi umat untuk memilih pendapat hukum
sesuai dengan kondisinya secara pribadi atau juga secara sosial. Dan hal-hal furu’iyyah
ini, kita akan menemukan seluruhnya dalam khazanah raksasa Fiqh Aslamy.
Silahkan masuk ke museum raksasa itu.
Sumber : Buku Islam Q&A , DARI JILBOOBS HINGGA NIKAH
BEDA AGAMA
Oleh : Alawy Aly Imron Muhamad ,
Alumnus Masyru’
Al-Maliky, Rusyaifah, Makkah (2004-2015)
Saturday, 4 April 2015
GERHANA BULAN
Marilah melaksanakan Shalat Sunnah Gerhana Bulan, memperbanyak Dzikir, Istighfar, dersedekah dan derdoa kepada Allah SWT.
RENUNGAN
Assalamu'alaikum..
4:00 pagi kita bangun solat subuh, kemudian kita bersiap-siap untuk ke tempat
kerja, sampai kantor pukul 7:00 pagi, hari masih gelap.
Mungkin kita anggap hari ini akan hujan, jadi abaikan. Masuk kantor, bekerja dan kita lihat pukul 12:00 siang, sudah waktunya makan siang, tapi keadaan masih tetap gelap.
Keluar pintu kantor, suasana masih gelap, hitam pekat seperti malam..mungkin masih bisa dianggap hari ini akan hujan lagi. Jadi abaikan saja.
Tapi kalalu jam 14:00 pm pun hari masih gelap.. pertanda apa itu?..keesokkan pun sama, nonton tv semua orang kalang kabut menceritakan bahwa dunia ini sudah tidak ada lagi siangnya..dan begitu juga dengan lusa..masih tidak ada lagi matahari..
Tetapi pada hari keempat kita bangun pagi, kita dapat melihat matahari, tetapi jangan terkejut karena matahari telah terbit dari sebelah barat..
Kehebatan ahli dunia akan mengatakan itu fenomena alam, tapi sadarkah, itulah pertanda besar yang paling awal sebelum tibanya hari kiamat!!
Maka telah tertutuplah pintu taubat..
Saat itu, kita akan lihat satu fenomena luar biasa di mana golongan kaya akan keluarkan semua harta untuk diinfakkan, golongan yang tidak pernah baca qur’an, 24 jam baca qu’ran, golongan yang tak pernah sholat jamaah akan berlari-lari menunaikan sholat secara berjamaah..tapi sayangnya semuanya sudah tidak berguna lagi..
Bismillahirrahmanirrahim...
Mungkin kita anggap hari ini akan hujan, jadi abaikan. Masuk kantor, bekerja dan kita lihat pukul 12:00 siang, sudah waktunya makan siang, tapi keadaan masih tetap gelap.
Keluar pintu kantor, suasana masih gelap, hitam pekat seperti malam..mungkin masih bisa dianggap hari ini akan hujan lagi. Jadi abaikan saja.
Tapi kalalu jam 14:00 pm pun hari masih gelap.. pertanda apa itu?..keesokkan pun sama, nonton tv semua orang kalang kabut menceritakan bahwa dunia ini sudah tidak ada lagi siangnya..dan begitu juga dengan lusa..masih tidak ada lagi matahari..
Tetapi pada hari keempat kita bangun pagi, kita dapat melihat matahari, tetapi jangan terkejut karena matahari telah terbit dari sebelah barat..
Kehebatan ahli dunia akan mengatakan itu fenomena alam, tapi sadarkah, itulah pertanda besar yang paling awal sebelum tibanya hari kiamat!!
Maka telah tertutuplah pintu taubat..
Saat itu, kita akan lihat satu fenomena luar biasa di mana golongan kaya akan keluarkan semua harta untuk diinfakkan, golongan yang tidak pernah baca qur’an, 24 jam baca qu’ran, golongan yang tak pernah sholat jamaah akan berlari-lari menunaikan sholat secara berjamaah..tapi sayangnya semuanya sudah tidak berguna lagi..
Bismillahirrahmanirrahim...
- Kenapa kita tidur saat Allah memanggil? Tapi kita sanggup menahan kantuk saat menonton film selama 3 jam?
- Kenapa kita bosan saat baca al-qur'an? Melainkan kita lebih rela membaca timeline twitter, wall facebook, novel atau buku lain?
- Kenapa kita senang sekali mengabaikan pesan dari Allah? Tapi kita sanggup memforward pesan yang aneh-aneh?
- Kenapa masjid semakin kecil? Tapi bar dan club? semakin besar?
- Kenapa kita lebih sangat senang menyembah ART IS? Tapi sangat susah untuk menemui ALLAH? Pikirkan itu
Apakah anda akan menforward pesan ini?
Apakah anda akan mengabaikan pesan ini karena takut ditertawakan dengan kawan yang lain? Allah Berkata: "Jika kamu menyangkal Aku di depan teman-temanmu, Aku akan menyangkal kamu pada saat hari penghakiman..."
1. Biarkan didalam whatsapp, line, bbm dsb anda tanpa bermanfaat untuk orang lain.
2. Anda sebarkan pada semua kenalan anda. . Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkan, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala.
Apakah anda akan mengabaikan pesan ini karena takut ditertawakan dengan kawan yang lain? Allah Berkata: "Jika kamu menyangkal Aku di depan teman-temanmu, Aku akan menyangkal kamu pada saat hari penghakiman..."
1. Biarkan didalam whatsapp, line, bbm dsb anda tanpa bermanfaat untuk orang lain.
2. Anda sebarkan pada semua kenalan anda. . Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkan, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala.
renungkanlah..
Bacalah
KIAMAT menurut Agama Islam di tandai dengan:
Bacalah
KIAMAT menurut Agama Islam di tandai dengan:
- Kemunculan Imam Mahdi
- Kemunculan Dajjal
- Turunnya Nabi Isa (AS)
- Kemunculan Yakjuj dan Makjuj
- Terbitnya matahari dari Barat ke Timur
- Pintu pengampunan akan ditutup
- Dab'bat al-Ard akan keluar dari tanah & akan menandai muslim yang sebenar-benarnya
- Kabut selama 40 Hari akan mematikan semua orang beriman sejati sehingga mereka tidak perlu mengalami tanda-tanda kiamat lainnya
- Sebuah kebakaran besar akan menyebabkan kerusakan
- Pemusnahan/runtuhnya Ka’bah
- Tulisan dalam Al-Quran akan lenyap
- Sangkakala akan ditiup pertama kalinya membuat semua makhluk hidup merasa bimbang dan ketakutan
- Tiupan sangkakala yang kedua kalinya akan membuat semua makhluk hidup mati dan yang ketiga yang membuat setiap makhluk hidup bangkit kembali
Nabi MUHAMMAD SAW telah
bersabda:
"Barang siapa yang mengingatkan ini kepada orang lain, akan Ku buatkan tempat di syurga baginya pada hari penghakiman kelak"
Kita bisa kirim ribuan bbm mesra, promote, bc yang tidak terlalu penting tapi bila kirim yang berkaitan dengan ibadah mesti berpikir 2x.
Allah berfirman : "jika engkau lebih mengejar duniawi daripada mengejar dekat denganKu maka Aku berikan, tapi Aku akan menjauhkan kalian dari syurgaKu"
Itulah yang dimaksud dajjal yang bermata satu: artinya hanya memikirkan duniawi daripada akhirat.
"Barang siapa yang mengingatkan ini kepada orang lain, akan Ku buatkan tempat di syurga baginya pada hari penghakiman kelak"
Kita bisa kirim ribuan bbm mesra, promote, bc yang tidak terlalu penting tapi bila kirim yang berkaitan dengan ibadah mesti berpikir 2x.
Allah berfirman : "jika engkau lebih mengejar duniawi daripada mengejar dekat denganKu maka Aku berikan, tapi Aku akan menjauhkan kalian dari syurgaKu"
Itulah yang dimaksud dajjal yang bermata satu: artinya hanya memikirkan duniawi daripada akhirat.
Kerugian meninggalkan sholat:
- Subuh: Cahaya wajah akan pudar.
- Zuhur: Berkat pendapatan akan hilang.
- Asar: Kesehatan mulai terganggu.
- Maghrib: Pertolongan anak akan jauh di akhirat nanti.
- Isya': Kedamaian dalam tidur sukar didapatkan.
Niatkan ibadah (sebarkan ilmu walau 1 ayat)
Nasihat
Kubur:
- Aku adalah tempat yang paling gelap di antara yang gelap, maka terangilah aku dengan TAHAJUD
- Aku adalah tempat yang paling sempit, maka luaskanlah aku dengan ber SILATURAHIM..
- Aku adalah tempat yang paling sepi maka ramaikanlah aku dengan perbanyak baca AL-QUR'AN.
- Aku adalah tempatnya binatang-binatang yang menjijikan maka racunilah ia dengan Amal SEDEKAH,
- Aku yang menyepitmu hingga hancur bilamana tidak Sholat, bebaskan sempitan itu dengan SHOLAT
- Aku adalah tempat untuk merendammu dengan cairan yang sangat amat sakit, bebaskan rendaman itu dengan PUASA..
- Aku adalah tempat Munkar & Nakir bertanya, maka Persiapkanlah jawapanmu dengan Perbanyak mengucapkan Kalimah "LAILAHAILALLAH"
Kirim ini semampumu dan seikhlasmu
kepada sesama Muslim, sampaikanlah walau hanya pada 1 org..
- Karena, saat kamu membawa Al-Qur'an, setan biasa-biasa saja.
- Saat kamu membukanya, syaitan mulai curiga.
- Saat kamu membacanya, ia gelisah.
- Saat kamu memahaminya, ia kejang-kejang.
- Saat kamu mengamalkan Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari, ia stroke.
- Terus dan terus baca & amalkan agar syaitan stroke dan mati.
- Ketika ingin menyebarkan ini, lagi-lagi syaitan pun mencegahnya.
Syaitan berbisik;
"Sudahlaaaaaah tak usah bersusah payah di SEBARKAN, tak penting , BUANG WAKTU saja, tak mungkin akan di baca "...
Sekecil apapun amal ibadah, Allah SWT menghargainya puluhan kali ganda ..
Ada 3 Hal dalam hidup yang tidak bisa kembali :
1. Waktu
2. Kata-kata
3. Kesempatan
K: Kiblat
A: Arah
A: aku
B: Bersujud[disingkat oleh WhatsApp]
"Sudahlaaaaaah tak usah bersusah payah di SEBARKAN, tak penting , BUANG WAKTU saja, tak mungkin akan di baca "...
Sekecil apapun amal ibadah, Allah SWT menghargainya puluhan kali ganda ..
Ada 3 Hal dalam hidup yang tidak bisa kembali :
1. Waktu
2. Kata-kata
3. Kesempatan
K: Kiblat
A: Arah
A: aku
B: Bersujud[disingkat oleh WhatsApp]
Thursday, 26 March 2015
Keutamaan Sepertiga Malam
Shalat yang dilakukan pada malam hari akan terasa lebih khusyuk
dan dekat dengan Allah Azza wa Jalla. Orang-orang yang benar imannya akan sangat
merindukan datangnya malam karena mereka dapat lebih dekat dengan Allah Azza wa
Jalla melalui berdiri, ruku’, sujud, dzikir, tasbih, membaca Al Qur’an, istighfar,
do’a, bahkan menangis. Selain itu, shalat malam termasuk sarana yang paling
baik untuk menguatkan keinginan dan komitmen, mengalahkan setan, dan menundukkan
diri kepada perintah Allah Ta’ala.
Itulah mengapa, Zat Yang Maha rahman
memerintahkan Nabi SAW, dan juga umatnya untuk bertasbih (ibadah) pada waktu –
waktu tersebut sehingga tidak ada satu malam pun yang terlewatkan begitu saja. Allah Ta’ala telah menjanjikan bagi mereka imbalan
yang tidak pernah terbayang di benak manusia.
Shalat malam
pun merupakan tolok ukur amalan yang dilakukan oleh orang saleh (QS Ali ‘Imran,
3:113-114).
Sepertiga malam merupakan waktu yang ideal, khususnya shalat
dan munajat. Betapa tidak, malam merupakan waktu yang sangat ideal untuk menyendiri
inilah waktu yang paling nikmat untuk
bermunajat pada Allah Ta’ala setelah pada siang harinya disibukkan dengan
beragam aktifitas keduniaan. Dengan memperbanyak ibadah khususnya pada malam hari seorang
hamba akan menjadi lebih tabah untuk menghadapi beratnya kehidupan sekaligus
menjadi sebab datangnya pertolongan Allah Ta’ala.
Rujukan Hadis
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW. Bersabda, “Rabb Tabaraka wa Ta’ala kita turun pada setiap
malam ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan berfirman, “Siapa yang berdo’a kepada-ku, pasti Aku kabulkan; dan siapa yang meminta kepada-ku,
pasti Aku penuhi; dan siapa yang memohon ampun kepada-ku, pasti Aku ampuni.” (HR Bukhari, No. 1077)
Tips
mengoptimalkan ibadah pada sepertiga malam :
- Menjaga niat untuk bangun pada sepertiga malam;
- Membuat jadwal bangun malam secara konsisten supaya menjadi kebiasaan;
- Memanfaatkan perangkat teknologi untuk mempermudah kita bangun malam;
- Tidur pada awal malam agar terhindar dari kepulasan tidur;
- Mengisi sepertiga malam dengan shalat dan dzikir;
- Memohon kepada Allah Ta’ala agar diberi kemampuan untuk mengerjakan shalat malam;
Subscribe to:
Posts (Atom)



