Tuesday, 3 February 2015

10 PERKARA YANG MEMAKAN HATI


  Suatu hari Ibrahim bin Adham melewati sebuah pasar di Kota Bashrah.

Lalu orang-orang  pun mengerumuninya dan  bertanya kepadanya,,, "Wahai Abu Ishaq, Allah Ta'ala berfirman dalam kitab-Nya : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan do'amu."

Sementara kami selalu berdo'a semenjak lama, namun do'a  kami tidak kunjung terkabul." Lalu Beliau pun berkata,,, "Wahai penduduk Bashrah, karena hati kalian telah mati disebabkan sepuluh perkara"
  1. Kalian mengenal Allah.  Namun kalian tidak menunaikan hak-Nya.
  2. Kalian membaca Kitabullah. Namun kalian tidak mengamalkan apa yang ada di dalamnya. 
  3. Kalian mengaku cinta Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam. Namun kalian meninggalkan sunnah-Nya. 
  4. Kalian mengatakan syaithan adalah musuh yang nyata. Namun kalian malah akur. 
  5. Kalian mengaku cinta Surga. Namun kalian tidak beramal untuk mendapatkannya. 
  6. Kalian mengatakan takut akan Neraka. Namun kalian justru menggadaikan diri kalian kepadanya. 
  7. Kalian juga meyakini bahwa kematian pasti akan datang. Namun kalian tidak mempersiapkan untuk menyambutnya. 
  8. Kalian sibuk mencari aib saudara-saudara kalian. Namun lalai dari aib diri kalian sendiri. 
  9. Kalian memakan kenikmatan dari Rabb kalian. Namun kalian lupa untuk mensyukurinya. 
  10. Kalian menguburkan orang yang meninggal. Namun kalian tidak mau mengambil pelajaran darinya.

~ (Hilyatul Auliya 7/426)~

semoga bermanfaat

MENGAPA HARUS DENGKI ??

Bismillahirrahmanirrahim...

Ust. Djazuli LC

Tahukah anda orang yang paling tersiksa hatinya? Orang yang paling tersiksa batinnya adalah orang yang hatinya dipenuhi rasa dengki. Rasa dengki membuat hidup tidak nyaman, tidur tidak nyenyak serta makan dan minum pun sulit dinikmati..

Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam pernah berkata kepada para Sahabat," jika kalian menjadi orang sukses, akan seperti apakah keadaan kalian? Abdurrahman bin 'Auf menjawab," Kami akan menjadi hamba yang bersyukur." Rasul pun bersabda,"Justru kalian akan menjadi orang yang saling dengki dan saling membenci." (HR.Muslim)

Ibnul Jauzi berkata "Aku perhatikan hasad diantara kaum muslimin, bahkan diantara orang yang berilmu, ternyata sumbernya adalah cinta dunia.

Saudaraku!!

Jalani saja hidup ini dengan baik dan wajar serta banyak berserah diri kepada Allah..! Ingat! Hati ini tercipta hanya untuk beribadah dan mengagungkan Allah.. Jadi, jangan pernah membiarkan apapun yang dapat merusak kekhusyu'an masuk ke dalam hati apalagi sampai bersemayam di dalamnya..!

Ya Allah, sucikanlah hati kami dan tanamkanlah ketakwaan di dalamnya!

Aamiin Yaarraball Alamin...



Monday, 2 February 2015

NASEHAT

Bismillahirrahmarrahim...
PENGARUH ILMU TERHADAP DIRI SESEORANG


ﻗﺎﻝ ﺍﺑْﻦَ ﻋُﻴَﻴْﻨَﺔَﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ : ‏«ﺇِﺫَﺍ ﻛَﺎﻥَ ﻧَﻬَﺎﺭِﻱ ﻧَﻬَﺎﺭَ ﺳَﻔِﻴﻪٍ ,ﻭَﻟَﻴْﻠِﻲ ﻟَﻴْﻞَ ﺟَﺎﻫِﻞٍ , ﻓَﻤَﺎ ﺃَﺻْﻨَﻊُ ﺑِﺎﻟْﻌِﻠْﻢِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻛَﺘَﺒْﺖُ؟ ‏»

“Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah berkata :
“Jika siangku seperti siangnya orang dungu dan malamku seperti malamnya orang bodoh, lalu apa yang aku perbuat dengan ilmu yang telah aku tulis? ”.

Lihat kitab Akhlaqul Ulama, karya Al Ajurry, hal: 44.

Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin hafizhahullah berkata :
“Ini adalah nasehat yang agung sangat baik bagi para penuntut ilmu untuk memperhatikannya, kebiasaan para ulama salaf rahimahullah adalah bahwa ilmu (yang ada mereka) terlihat di dalam ibadah, akhlak dan hubungan interkasi mereka dengan sesama , sebagaimana yang dikatakan oleh Al Hasan Al Bashry rahimahullah:

ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟْﺤَﺴَﻦُ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ : " ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﺇِﺫَﺍ ﻃَﻠَﺐَ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢَ ﻟَﻢْ

ﻳَﻠْﺒَﺚْ ﺃَﻥْ ﻳُﺮَﻯ ﺫَﻟِﻚَ ﻓِﻲ ﺑَﺼَﺮِﻩِ، ﻭَﺗَﺨَﺸُّﻌِﻪِ، ﻭَﻟِﺴَﺎﻧِﻪِ، ﻭَﻳَﺪِﻩِ
ﻭَﺻَﻠَﺎﺗِﻪِ، ﻭَﺯُﻫْﺪِﻩِ

Artinya: “Seseorang jika menuntut ilmu maka tidak beberapa lama terlihat bekas (ilmu itu) di dalam penglihatan, pakaian, lisan, tangan dan shalatnya. ” Riwayat Ad Darimi)

dakwahsunnah.com

•√ Wallahu Ta'ala A'lam
•√ Semoga Bermanfaat
•√ Silakan di sebarkan

طلب العلم C0046DA92

[ Ikhwan : 08125330488 ]
[ Akhwat : 081257735988 ]

JADILAH HAMBA YANG DERMAWAN

Bismillahirrahmanirrahim....



Aktivitas sedekah atau shodaqoh adalah amalan yang mulia, seseorang yang melakukannya akan mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah.

Namun akhir-akhir ini, banyak orang lebih menekankan berbuat amalan berderma ini dengan iming-iming balasan dunia yaitu menjadi kaya raya, bisnis lancar, dsb.

Padahal tidak selayaknya amalan akhirat kita niatkan untuk mencari dunia.

Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺑﺸﺮ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﻣﺔ ﺑﺎﻟﺘﻴﺴﻴﺮ ﻭﺍﻟﺴﻨﺎﺀ ﻭﺍﻟﺮﻓﻌﺔﺑﺎﻟﺪﻳﻦ ﻭﺍﻟﺘﻤﻜﻴﻦ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﻼﺩ ﻭﺍﻟﻨﺼﺮ ﻓﻤﻦﻋﻤﻞ ﻣﻨﻬﻢ ﺑﻌﻤﻞ ﺍﻵﺧﺮﺓ ﻟﻠﺪﻧﻴﺎ ﻓﻠﻴﺲ ﻟﻪ ﻓﻲ
ﺍﻵﺧﺮﺓ ﻣﻦ ﻧﺼﻴﺐ

“Umat ini diberi kabar gembira dengan kemudahan, kedudukan dan kemulian dengan agama dan kekuatan di muka bumi, juga akan diberi pertolongan. Barangsiapa yang melakukan amalan akhirat untuk mencari dunia, maka dia tidak akan memperoleh satu bagian pun di akhirat.” (HR. Baihaqi)

Pada kesempatan kali ini, akan kami ketengahkan sebuah kisah dari sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bagaimana motivasi mereka dalam membelanjakan harta mereka di jalan Allah. Kisah yang patut kita jadikan teladan tersebut adalah kisah sahabat Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu.

Utsman bin Affan adalah seorang saudagar yang kaya raya dan seorang khalifah, amirul mukminin, bersamaan dengan itu beliau juga seorang yang dermawan dan terbiasa hidup sederhana.  Yunus bin Ubaid mengisahkan bahwa al-Hasan al-Bashri pernah ditanya tentang para sahabat yang tidur qailulah (istirahat di pertengahan siang) di dalam masjid. al-Hasan menjawab, “Aku melihat Utsman bin Affan tidur qailulah di Masjid, padahal saat itu dia sudah menjadi Khalifah. Setelah bangkit, bekas kerikil terlihat menempel di pinggulnya. Kami pun berkata, Lihatlah, dia adalah Amirul Mukminin; lihatlah, dia adalah Amirul Mukminin.”  (HR. Ahmad).

kisahmuslim.com

•√ Wallah Ta'ala A'lam

•√ Semoga Bermanfaat
•√ Silakan di sebarkan

طلب العلم C0046DA92

[ Ikhwan : 08125330488 ]
[ Akhwat : 081257735988 ]

Saturday, 31 January 2015

Mensyukuri Rahmat Tuhan



“ Kadang kita terlalu sibuk
memikirkan kesulitan-kesulitan
sehingga kita tidak punya waktu
untuk mensyukuri rahmat Tuhan “
(Jend. Sudirman)

Foto Selfie


SAUDARAKU...!!!
Maukah Fotomu Disimpan Oleh Pria Yang
Bukan MUHRIM MU..!!
Kalau pose. APALAGI BUKA TUTUP JILBAB
Jangan bangga Dipuji CATIK.
JELITA Itu Kalau Bisa NGAJI, Paham HADIST,
Ngerti FIQIH, Bagus AKHLAK, TAUHID Mantap
Tinggal Soal Waktu Saja Jadi SOLEHAH
Malu Ahh Ngajarin Anak PESOLEK &
Nyombongin Yang Kagak Ada

Friday, 30 January 2015

Inilah Renungan Kisah Uang 100.000 Dan Uang 1.000





          Uang Rp 1.000 dan Rp 100.000 sama-sama terbuat dari kertas, sama-sama dicetak dan diedarkan dari Bank Indonesia.
 
          Pada saat bersamaan mereka keluar dan berpisah dari Bank dan beredar di masyarakat. Empat bulan kemudian mereka bertemu lagi secara tidak sengaja di dalam dompet seorang pemuda. Kemudian di antara kedua uang tersebut terjadilah percakapan.

Rp.100.000     : "Kenapa badan kamu begitu lusuh, kotor dan bau amis...? " 
Rp.1.000          : "Karena aku begitu keluar dari Bank langsung berada di tangan orang-orang bawahan, dari tukang becak, tukang sayur, penjual ikan dan di tangan pengemis." 
Rp.1.000          : (bertanya balik)  "Kenapa kamu kelihatan begitu baru, rapi dan masih bersih? " 
Rp.100.000     : "Karena begitu aku keluar dari Bank, langsung disambut perempuan cantik dan beredarnya pun di restaurant mahal, di mall dan juga hotel-hotel berbintang serta keberadaanku selalu dijaga dan jarang keluar dari dompet." 
Rp.1.000          : "Pernahkah engkau mampir di tempat ibadah? " 
Rp.100.000     : "Belum pernah." 
Rp.1.000          : "Ketahuilah bahwa walaupun keadaanku seperti ini adanya, setiap Jum'at aku selalu mampir di Masjid-masjid, dan di tangan anak-anak yatim, bahkan aku selalu bersyukur kepada Tuhan. Karena aku tidak dipandang manusia bukan karena sebuah nilai tapi karena manfaat..."

Akhirnya menangislah uang Rp.100.000 karena merasa besar, hebat, tinggi tapi tidak begitu bermanfaat selama ini. 

*pesan*


Jadi bukan seberapa besar penghasilan Anda, tapi seberapa bermanfaat penghasilan Anda itu. Karena kekayaan bukanlah untuk kesombongan. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang selalu mensyukuri Anugerah dan memberi manfaat untuk semesta alam serta dijauhkan dari sifat sombong.
Sumber : Ahmad Fais farades

Semoga bermanfaat...