Monday, 23 February 2015

Tolak ukur keberhasilan Rumah Tangga seorang Muslim



Bismillahirrahmanirrahim...

Assalamu'alaikum
#Apa sih tolak ukur keberhasilan Rumah Tangga ? #
Sebagian besar masyarakat mengatakan, ada 2 hal yang jika terjadi maka Rumah Tangga tersebut terbilang sukses :
  1. Punya anak, 
  2. Banyak harta. 
Bukan. Bukan itu. 

Pertama,,, Rumah Tangga 'Aisyah Radhiallaahu 'anha tidak dikaruniai anak, lalu apakah kita akan berkata Suami-Isteri tersebut tidak harmonis ? Tidak bahagia ? 

Kedua,,, Rumah Tangga Fatimah Radhiallaahu 'anha sangat minim harta. Sang Istri pernah menahan laparnya selama beberapa hari hingga kuninglah wajah beliau. Lalu, apakah kita berani mengatakan bahwa Rumah Tangga mereka hancur berantakan diujung tombak ? Tidak. Bahkan Suami beliau adalah salah satu penghuni Surga Allaah. Maa syaa'Allaah.. 

Benar, sebagai seorang Isteri jangan bermudah-mudahan untuk menuntut kalimat perpisahan hanya karena kedua sebab diatas. Sebab ummahatul mukminin tidak pernah memberatkan suaminya dengan perkataan tercela. 

Juga, sebagai seorang Suami jangan bermudah-mudahan mengatakan "aku tak punya harta, aku tak pantas untukmu.. Duhai Isteriku.." Innalillaahi wa inna ilayhi rooji'un. Tau kah para Suami, kalimat tersebut justru enggan didengar oleh Istri kalian. Sebab para sahabat tidak tercermin dalam diri mereka sifat keputus-asaan. 

Tolak ukur keberhasilan Rumah Tangga seorang Muslim ialah : 
  1. Ketika setelah menikah, maka bertambahlah taqwa mereka kepada Allaah.. 
  2. Ketika setelah menikah, maka bertambahlah amalan-amalan sunnah mereka..
  3. Ketika setelah menikah, bertambahlah hapalan-hapalan mereka.. 
  4. Ketika setelah menikah, bertambahlah kesabaran mereka dalam setiap taqdir Allaah.. 
  5. Ketika setelah menikah, bertambahlah ghiroh mendatangi majelis-majelis 'ilmu Allaah..
Pun, ketika setelah menikah, bertambah takutlah mereka sebab mengingat hari dimana mereka akan terpisah dan menghadap sidang Rabb-nya yang paling adil. Bertambah berharaplah mereka kepada Rabb-nya agar bisa dinikahkan lagi dalam Jannah Allaah tanpa hisab...

Maa syaa'Allaah
BaarakAllaahu fiikum
 
Ikhwan T&T

Tuesday, 17 February 2015

KESALAHAN YANG SERING TERJADI DALAM SHALAT

Bismillahirrahmanirrahim...

[1] TIDAK THUMA'NINAH

Yang dimaksud thuma’ninah adalah posisi tubuh tenang ketika melakukan gerakan rukun tertentu. Ukuran tenangnya adalah mencukupi untuk membaca satu kali do’a dalam rukun tersebut.

✔ Misalnya, thuma’ninah ketika ruku’, artinya posisi tubuh tenang setelah ruku’ sempurna. Kemudian baru membaca do’a ruku’, minimal sekali.

✔ Sering kita saksikan, beberapa kaum muslimin tidak thuma’ninah . Mereka ruku’ dan sujud terlalu cepat. Begitu sampai titik ruku’ atau sujud, langsung bangkit. Ada kemungkinan, do’a ruku’ sudah dibaca ketika bergerak ruku’, sebelum ruku’ sempurna. Shalat model semacam ini batal karena tidak thuma’ninah .
✔ Suatu ketika ada seseorang yang masuk masjid kemudian shalat dua rakaat. Seusai shalat, orang ini menghampiri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang saat itu berada di masjid.

Namun Nabi menyuruh orang ini untuk mengulangi shalatnya. Setelah diulangi, orang ini balik lagi, dan disuruh mengulangi lagi shalatnya. Ini berlangsung sampai 3 kali. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepadanya cara shalat yang benar. Ternyata masalah utama yang menyebabkan shalatnya dinilai batal adalah kareka dia tidak thuma’ninah . Dia bergerak ruku’ dan sujud terlalu cepat. (HR.Bukhari & Muslim).

Hadits ini mejadi dalil bahwa thuma’ninah dalam shalat termasuk rukun shalat. Untuk menanggulanginya, tahan ketika kita sudah sempurna ruku’, atau sujud, kemudian baru baca do’a ruku’ atau do’a sujud.

buletin.muslim.or.id

•√ WallahuTa'ala A'lam
•√ Semoga Bermanfaat
•√ Silakan di sebarkan

طلب العلم C0046DA92 

[ Ikhwan : 08125330488 ]
[ Akhwat : 081257735988 ]

Monday, 16 February 2015

HATI-HATI, MENYIRAM AIR PANAS BISA MENGENAI JIN

Bismillahirrahmanirrahim... 

Rasulillah, amma ba’du,
Banyak ulama menegaskan bahwa membuang air panas bisa mengganggu jin. Sekalipun tidak ada dalil tegas yang menunjukkan hal itu, namun ini semua terbukti secara realita. Syaikhul Islam menuliskan, Jin yang merasuk ke tubuh manusia, bisa terjadi karena tiga sebab:

o   Pertama, karena jin ini menyukai orang yang dia rasuki. Jin merasukinya, agar dia bisa merasa tenang dengannya. Kerasukan semacam ini paling ringan dan palling mudah dari pada yang lain.

o   Kedua, karena manusia mengganggu jin, misalnya dengan mengencingi jin atau menyiram air panas ke jin. Atau membunuh salah satu jin, atau bentuk gangguan lainnya. Ini jenis kerasukan paling berat, dan bahkan seringkali bisa menyebabkan terbunuhnya orang yang kerasukan.

o   Ketiga, kerasukan karena sebab jin main-main. Layaknya anak-anak nakal yang suka ganggu orang lewat.(Majmu’ Fatawa, 13/82)

Beliau juga mengatakan, Dan terkadang – dan ini sering terjadi –pada sebagian orang – bahwa ada orang yang mengganggu jin atau jin merasa manusia ini sengaja mengganggu mereka, dengan mengencingi jin atau menyiram air panas, atau membunuh mereka. Meskipun manusia sama sekali tidak mengetahuinya. Sementara jin juga ada yang dzalim dan bodoh masalah aturan sehingga mereka membalas kesalahan yang dilakukan orang itu lebih kejam lagi. (Majmu’ Fatawa,19/40).

✔Untuk itulah, hendaknya setiap muslim berhati-hati ketika membuang air panas. Beberapa Adab yang Perlu Diperhatikan :

Pertama, aktifkan dzikir pagi petang. Karena dzikir pagi petang ibarat baju besi bagi manusia, yang menjadi sebab Allah melindungi orang yang rutin membacanya dari gangguan makhluk yang kelihatan dan yang tidak kelihatan.

Kedua, hindari membuang air di tempat yang umumnya dihuni jin. Sebagian ulama menyarankan agar tidak dibuang di kamar mandi. Karena kamar mandi termasuk tempat favorit jin dalam rumah. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, Dari Zaid bin Arqam Radhiyallahu ‘anhu , Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Sesungguhnya tempat buang air itu dikerubuti (oleh setan). Karena itu, apabila kalian masuk toilet, bacalah:
‘Aku berlindung kepada Allah dari setan lelaki dan setan wanita’ (HR. Ahmad 19807, Abu Daud 6, Ibn Majah 312 dan yang lainnya).

✔Karena itu, dalam fatwa islam diingatkan, Hendaknya setiap muslim hati-hati ketika membuang air panas di kamar mandi atau tempat lain, agar tidak mengenai jin, sementara dia tidak tahu. Semacam ini berdasarkan realita di lapangan, meskipun kami tidak mengetahui ada riwayat dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam maupun para sahabat Radhiyallahu‘anhum.
(Fatwa Islam no. 226625).

✔Termasuk yang perlu dihindari adalah membuang air panas di lubang-lubang
tanah. Dari Qatadah, dari Abullah bin Sirjis, beliau mengatakan, Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kencing di lubang. Qatadah ditanya, ‘Mengapa kencing di lubang dilarang?’ Jawab beliau: “Lubang itu tempat persembunyian jin.” (HR.Ahmad 19847, Nasai 34, Abu Daud 29, dan
dihasankan Syuaib al-Arnauth).

Ketiga , jika diperlukan, baca basmalah sebelum membuang air panas Misalnya, ketika kondisi kita berada di tempat asing, atau kita merasa sangat khawatir dengan satu tempat tertentu, kita bisa membaca basamalah sebelum
membuang air panas. Syaikh Abdurrahman al-Barrak pernah ditanya, Apakah ada anjuran untuk membaca basmalah ketika seseorang membuang air panas? Jawab beliau :
Saya tidak mengetahui adanya dalil yang menganjurkan memmbaca basamalah secara khusus untuk kasus yang disebutkan. Akan tetapi menyebut nama Allah termasuk salah sebab yang ditunjukkan oleh dalil bahwa itu bisa mengusir setan dan menghalangi kejahatan mereka. Sebagaimana kita dianjurkan untuk membaca basamalah ketika tidur atau ketika masuk rumah.
Kemudian belia melanjutkan, Saya berharap apa yang dilakukan masyarakat dengan membaca basmalah ketika membuang air panas sebagaimana yang ditanyakan, saya berharap ini termasuk perbuatan baik. Karena membuang air panas, terlebih di tempat-tempat yang mungkin itu dihuni jin, dikhawatirkan akan menyebabkan balas dendam. Jika seseorang membaca basmalah, ini bisa menjadi sebab menjauhkan dari kekhawatiran akan dampak kejahatan setan.
(al-Arak Majmu’ Fatawa al-Barrak)

konsultasisyariah.com

•√ Wallahu Ta'ala A'lam
•√ Semoga Bermanfaat
•√ Silakan di sebarkan

طلب العلم C0046DA92
[ Ikhwan : 08125330488 ]
[ Akhwat : 081257735988 ]


Friday, 13 February 2015

LAFADZ-LAFADZ YANG RINGAN DI LIDAH

Bismillahirrahmanirrahim...
 

MA SYA ALLAH 

Yang satu ini, seringkali penulis dengar dilafalkan bukan pada tempatnya. 
Masya Allah memiliki makna “Atas kehendak Allah”.
Lafadz ini diucapkan ketika kita takjub melihat kelebihan yang dimiliki oleh orang lain , baik berupa harta, kondisi fisik atau yang lainnya.


✔ Dalam surat Al Kahfi, terdapat tambahan,
“Masya Allah laa quwwata illa billah”
“Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tidak ada kekuatan kecuali dengan bantuan Allah.”


✔ Lafadz ini juga berkaitan dengan penyakit ‘ain. Dengan melafadzkan “Masya Allah” ketika kita mengaggumi kelebihan yang dimiliki orang lain, diharapkan orang tersebut tidak terkena penyakit ‘ain disebabkan pandangan kita. Karena penyakit ‘ain ini dapat terjadi baik kita sengaja ataupun tidak.


✔ Nah…yang sering menarik pandangan seseorang adalah tingkah dan fisik anak kecil yang menggoda. Pipinya yang lucu, matanya yang nakal dan lain sebagainya. Lalu datanglah pujian dari sanak, saudara atau teman sekitar kita. Namun kita mungkin lupa, bahwa anak juga merupakan anugrah yang dapat terkena ‘ain. 


✔ Maka, ingatkanlah orang-orang sekitar untuk mengucapkan masya Allah ketika memberikan pujian kepada anak kita.


✔ Begitupula dengan kita sendiri ketika memuji anak atau benda milik seseorang, maka ucapkanlah "Masya Allah" ini.
 

muslimah.or.id

•√ Wallahu Ta'ala A'lam
•√ Semoga Bermanfaat
•√ Silakan di sebarkan

طلب العلم C0046DA92
[ Ikhwan : 08125330488 ]
[ Akhwat : 081257735988 ]

Wednesday, 11 February 2015

Pohon Zaqqum




Dari Ibnu ‘Abbas ra, Rasululaah SAW membaca firman Allah SWT dalam QS. Ash-Shaffat: 66, lalu Beliau bersabda, “Bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, seandainya setetes Zaqqum (nama pohon di Neraka) menetes ke kampung Dunia, niscaya akan merusakkan kehidupan penduduk Dunia. Lalu bagaimana dengan (keadaan) orang-orang yang menjadikan Zaqqum sebagai makanan mereka?” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Nasa’i)

Dzikir

Bismillahirrahmanirrahim...


LAFADZ -LAFADZ YANG RINGAN DI LIDAH

ALLAHU AKBAR

Sama seperti dua lafadz sebelumnya, lafadz ini juga di sunnahkan dibaca setelah sholat dan sebelum tidur. Setelah shalat sebanyak 33 kali dan sebelum tidur sebanyak 33 kali (dalam riwayat lain 34 kali).Lafadz Allahu Akbar juga sunnah diucapkan ketika melihat sesuatu yang menakjubkan dari ciptaan Allah (HR. Bukhari dalam al-Fath).

Dan tahukah saudaraku, ternyata lafadz ini juga termasuk dzikir yang sunnah di ucapkan ketika dalam perjalanan dengan kondisi jalan yang menanjak. (HR. Bukhari dalam al-Fath VI/135)

LAA ILAHA ILLALLAH

Alhamdulillah, kita semua tentu telah melafadzkan ini karena inilah salah satu pembeda antara muslim dengan kafir. Tentu saja pelafalan lafadz laailahaillallah harus disertai dengan keyakinan hati dan pemaknaan yang benar, bahwa tidak ada ilah atau sesembahan yang berhak disembah selain Allah SubhanahuwaTa’ala.

Rasululllahshallallahu ‘alaihi wasallam juga menjelaskan tentang lafadz ini dalam haditsnya, “Sebaik-baik dzikir adalah ada ﻻ ﺍﻟﻪﺍﻻﺍﻟﻠﻪ ( tiada Ilah yang berhak disembah melainkan Allah).” (HR. Tirmidzi dan dia berkata, “Hadits hasan.”)

Dan sungguh manis ganjaran orang yang melafadzkan dzikir ini, sebagaimana di jelaskan oleh Rasululllahshallallahu ‘alaihi wasallam,  “Barang siapa mengucapkan laailaahillallah, maka di tanamkan baginya sebatang pohon kurma di Surga.” (HR. Tirmidzi dan dia berkata, “Hadits hasan.”)

Saudaraku tentu juga mengetahui, pernah menjadi tren ‘latah’ yang menyebar di berbagai kalangan. Salah satu ciri latah ini adalah jika seseorang di kagetkan atau terkejut, maka akan keluar kata-kata yang tidak dia sadari. Atau bahkan ia bisa di kontrol oleh orang yang mengejutkannya sehingga berkata-kata atau bertingkah laku yang tidak-tidak. Padahal untuk urusan yang terlihat kecil ini, ternyata telah pula di ajarkan oleh Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam.


Seorang yang terkejut di sunnahkan untuk mengucapkan lafadz ‘laailahaillallah’ (HR.BukharidalamFathulBaari VI/181 dan Muslim IV/22208)


muslimah.or.id

√ WallahuTa'ala A'lam
√ SemogaBermanfaat
√ Silakan di sebarkan

طلبالعلم C0046DA92 
[ Ikhwan : 08125330488 ]
[ Akhwat : 081257735988 ]


Allah Maha Besar



Rasulullah bersabda :
"Apakah kalian ketahui berapa jarak antara langit dan bumi?"
"Kami menjawab:" Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu".
Rasulullah bersabda : "Jaraknya adalah 500 tahun perjalanan, dan jarak antara langit dengan langit berikutnya sejauh lima ratus perjalanan, dan Allah meluaskan setiap langit seluas lima ratus tahun perjalanan. Di atas langit ketujuh terdapat laut (air) yang luasnya seluas antara langit dan bumi, dan Allah di atas segalanya, namun tidak ada yang luput dari-Nya semua perbuatan anak keturunan Adam (manusia)". (HR Al-Hakim)

Jika kita merasa besar, ingatlah bahwa bumi saja sangat kecil dibandingkan dengan tata surya yang diketahui manusia, belum lagi alam semesta yang belum diketahui manusia. Allah Maha Besar, mari kita bermusahabah/Intropeksi diri untuk apa kita ciptakan Allah SWT?