Wednesday, 28 January 2015

Manfaat Membaca Al-Quran Serta Mempelajarinya

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

                 Featured image

  1. Dari tiap ayat yang kita baca mengandung 10 kebaikan di dalamnya. 
  2. Al-Quran sebagai penyejuk hati bagi siapa saja yang membacanya, sehingga membuat hati menjadi tentram dan terhindar dari kepanikan. 
  3. Al-Quran merupakan pedoman hidup bagi manusia demi menuntun ke jalan kebaikan, kebenaran serta keselamatan. 
  4. Al-Quran mampu memotivasi diri untuk lebih semangat dalam menjalankan kehidupan.
  5. Al-Quran sebagai pengontrol tindakan manusia dalam menjalankan semua tatanan dalam kehidupan, karena dasarnya manusia memiliki aturan yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan. 
  6. Al-Quran merupakan saranan komunikasi diri dengan dengan sang pencipta, jadi membuat kita lebih dekat untuk mengeluarkan semua beban dalam diri. 
  7. Al-Quran selalu membuat kita ingat kepada kebesaran Allah swt, maka dengan demikian kita akan selalu bersyukur.Dengan membaca dan mengamalkan ayat al
  8. Al-Quran Allah telah berjanji untuk melapangkan semua kesusahan dalam kehidupan hambanya selama di dunia.
  9. Al-Quran mampu membuat hati dan fikiran menjadi tenang, maka kita akan mudah memahami setiap ilmu disekitar kita.
  10. Seseorang yang gemar membaca Al-Quran akan membuat hatinya menjadi sejuk, penuh dengan kesabaran, berpikir positif, lapang dada, dan akan membuat wajahnya bercahaya.
  11. Menjadikan para pembacanya kreatif, inovatif dan penuh motivasi.
  12. Membuat pembacanya selalu bersyukur dari setiap karunia yang telah diberikan dan tidak sedikitpun merasa kekurangan.
  13. Selalu mendapatkan kemudahan serta petunjuk untuk melakukan hal-hal yang baik.
  14. Al- quran sebagai pelebur dosa, dengan membaca Al-Quran maka semua dosa-dosa akan dimaafkan oleh Allah dan membuat kita untuk tidak lagi berbuat dosa.
  15. Membuka semua pintu rezeki dan keberkahan selama di dunia.
  16. Berdasarkan janji yang Allah berikan, bagi hambanya yang membaca atau mengamalkan Al-Quran maka akan dikumpulkan bersama malaikat Allah di surga nanti.
  17. Al-Quran sebagai penyelamat di hari kiamat.Bagi anak yang membaca Al-Quran untuk orang tuanya, maka orang tuanya tersebut akan mendapatkan mahkota dan kenikmatan surga yang tiada terkira.
          Itulah beberapa manfaat membaca Al-Quran yang apabila kita ilhami secara terus menerus tentu tidak akan pernah terkira banyaknya manfaat yang telah Allah berikan kepada hambanya.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

SIFAT SHALAT NABI KETIKA BERANGKAT MENUJU MASJID

Bismillahirrahmanirrahim...

       Featured image

Ketika masuk masjid meminta rahmat pada Allah
dengan membaca dzikir dan do’a:

"Allahummaghfir lii dzunuubi waftahlii abwaaba rohmatik ( Dengan menyebut nama Allah dan salam atas Rasulullah. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku
dan bukakanlah padaku pintu rahmat-Mu ). "
( HR.Ibnu Majah )

Ketika keluar masjid meminta karunia Allah dengan membaca dzikir dan do’a:

"Allahummaghfir lii dzunuubi waftahlii abwabaa fadhlik ( Dengan menyebut nama Allah dan salam atas Rasulullah. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku
dan bukakanlah padaku pintu karunia-Mu )."
( HR.Ibnu Majah )

JABAT TANGAN DENGAN WANITA DALAM PANDANGAN 4 MADZHAB

Bismillahirrahmanirrahim...




Fatwa Syaikh Khalid bin Abdil Mun'im Ar Rifa'i 

1. MADZHAB HANAFI
Penulis kitab Al-Hidayah berkata: “Tidak diperbolehkan bagi seorang laki-laki untuk menyentuh wajah atau telapak tangan seorang wanita walaupun ia merasa aman dari syahwat”
Penulis kitab Ad-Dur Mukhtar mengatakan: “Tidak diperbolehkan menyentuh wajah atau telapak tangan wanita walaupun ia merasa aman dari syahwat”

2. MADZHAB MALIKI
Imam Ibnul Arabi, yang merupakan ulama madzhab Maliki, berkata mengenai firman Allah yang artinya “Ketika datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia kepadamu, bahwa mereka tidak akan menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun ” (Al-Mumtahanah:12) (Ayat ini turun berkenaan dengan wanita-wanita muslimah yang ingin berbaiat kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam . Kemudian beliau menerangkan hadits dari Urwah bahwasanya ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam diuji dengan ayat ini “Jika datang kepadamu perempuan-perempuan beriman”.

Ma’mur berkata bahwasanya Ibnu Thawus mengabarkan dari bapaknya: “Tidak boleh seorang laki-laki menyentuh tangan perempuan kecuali perempuan yang ia miliki”. ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha juga mengatakan di dalam Kitab Shahih Bukhari-Muslim: “Tangan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam tidaklah menyentuh tangan perempuan ketika membaiat (mengadakan janji setia)” . Dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam pun bersabda “(Ketika membaiat) Aku tidak berjabat tangan dengan wanita, namun aku membaiatnya dengan ucapanku kepada seratus orang wanita sebagaimana baiatku kepada satu orang wanita ”. Diriwayatkan pula bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam berjabat tangan dengan wanita menggunakan bajunya.

Pada riwayat yang lain, disebutkan Umar Radhiyallahu ‘Anhu berjabat tangan dengan bajunya, dan ia memerintahkan para wanita untuk berdiri di atas batu besar, kemudian Umar Radhiyallahu ‘Anhu membaiat mereka. Hadits ini riwayatnya dhaif , namun bisa menjadi penguat dari hadits-hadits shahih di atas. Imam Al-Baaji berkata dalam kitabnya Al-Muntaqa , Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam bersabda “Sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan wanita”. Yakni tidak berjabat tangan langsung dengan tangannya. Dari hal tersebut, diketahui bahwasanya cara berbaiat dengan laki-laki adalah dengan berjabat tangan dengannya, namun hal ini terlarang jika membaiat wanita dengan berjabat tangan secara langsung.

3. MADZHAB ASY-SYAFI’I
Imam Nawawi berkata dalam kitabnya Al-Majmu’ : “Sahabat kami berkata bahwa diharamkan untuk memandang dan menyentuh wanita, jika wanita tersebut telah dewasa. Karena sesungguhnya seseorang dihalalkan untuk memandang wanita yang bukan mahramnya jika ia berniat untuk menikahinya atau dalam keadaan jual beli atau ketika ingin mengambil atau memberi sesuatu ataupun semisal dengannya. Namun tidak boleh untuk menyentuh wanita walaupun dalam keadaan demikian.

Imam Nawawi pun berkata dalam Syarah Shahih Muslim: “Hal ini menunjukkan bahwa cara membaiat wanita adalah dengan perkataan, dan hal ini juga menunjukkan, mendengar ucapan atau suara wanita yang bukan mahram adalah diperbolehkan jika ada kebutuhan, karena suara bukanlah aurat. Dan tidak boleh menyentuh secara langsung wanita yang bukan mahram jika tidak termasuk hal yang darurat, semisal seorang dokter yang menyentuh pasiennya untuk memeriksa penyakit”.

4. MADZHAB HAMBALI
 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan dalam Majmu Fatawa , “Haram hukumnya memandang wanita dan amrod (anak berusia baligh tampan yang tidak tumbuh jenggotnya) diiringi dengan syahwat. Barang siapa yang membolehkannya, maka ia telah menyelisihi Ijma (kesepakatan) kaum muslimin. Hal ini juga merupakan pendapatnya Imam Ahmad dan Imam Asy-Syafi’i. Segala hal yang dapat menimbulkan syahwat, maka hukumnya adalah haram tanpa keraguan di dalamnya. Baik itu syahwat yang timbul karena kenikmatan memandang atau karena hubungan badan. Dan menyentuh dihukumi sebagaimana memandang sesuatu yang haram.” Ibnu Muflih dalam Al-Furu’ mengatakan: “Diperbolehkan berjabat tangan antara wanita dengan wanita, laki-laki dengan laki-laki, laki-laki tua dengan wanita terhormat yang umurnya tidak muda lagi, karena jika masih muda diharamkan untuk menyentuhnya”.

Hal ini disebutkan dalam kitab Al-Fusul dan Ar-Ri’ayah . Beliau juga bercerita dalam kitab Kasyful Qina’ : “Abu Abdillah (Imam Ahmad) pernah ditanya mengenai seorang laki-laki yang berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahramnya, maka beliau menjawab, “Tidak boleh!”. Karena ingin mendapat penjelasan lebih, maka aku bertanya: “Bagaimana jika berjabat tangannya dengan menggunakan kain?”. Abu Abdillah pun mengatakan : “Tidak boleh!”. Laki-laki yang lain ikut bertanya: “walaupun ia mempunyai hubungan kerabat? Abu Abdillah (Imam Ahmad) juga mengatakan, “Tidak boleh!” Kemudian Aku bertanya lagi, “Bagaimana jika ia adalah anaknya sendiri?”. Maka Abu Abdillah menjawab: “jika yang ia jabat tangani adalah anaknya, maka hal ini tidaklah mengapa”.

Dari nukilan-nukilan di atas, menunjukkan bahwa berjabat tangan langsung dengan wanita asing yang bukan mahram adalah salah satu diantara kemaksiatan yang telah tersebar di kalangan manusia. Dan hal ini termasuk kemungkaran jika diukur dari sisi syariat, karena hal tersebut merupakan perbuatan yang buruk atau tanda rusaknya agama seseorang. Dan sungguh terdapat ancaman yang keras kepada orang-orang yang menyentuh wanita yang bukan mahramnya, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits. Dari Ma’qil bin Yasar, bahwasanya Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya salah seorang diantara kalian jika ditusuk dengan jarum dari besi , itu lebih baik baginya daripada menyentuh seorang wanita yang bukan mahramnya ”, (HR. Thabrani dan juga Baihaqi).

‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha berkata “Demi Allah, segala hal yang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam tetapkan bagi wanita, maka hal itu adalah perintah dari Allah Ta’ala . Dan tangan Rasulullah tidaklah menyentuh tangan wanita. Dan perlu diketahui, bahwa menyentuh dan berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram akan menimbulkan kerusakan yang sangat banyak. Diantaranya akan menimbulkan syahwat (nafsu) atau keinginan negatif dan hilangnya rasa malu. Karena barang siapa wanita yang bermudah-mudahan dalam menjulurkan tangannya kepada laki-laki yang bukan mahram, maka ia tidak akan segan untuk melakukan yang lebih hina dari itu”.

Sumber: http://ar.islamway.net/fatwa/15452 —
Penerjemah: Rian Permana
muslim.or.id

åWallahu Ta'ala A'lam
åSemoga Bermanfaat
å Silakan di sebarkan

Tuesday, 27 January 2015

DOSA JARIYAH


                     


Disamping ada pahala jariyah, dalam islam juga ada dosa yang sifatnya sama, dosa jariyah. Dosa yang tetap terus mengalir, sekalipun orangnya telah meninggal. Dosa yang akan tetap ditimpakan kepada pelakunya, sekalipun dia tidak lagi mengerjakan perbuatan maksiat itu.

Betapa menyedihkannya nasib orang ini, di saat semua orang membutuhkan pahala di alam barzakh, dia justru mendapat kucuran dosa dan dosa. Anda bisa bayangkan, penyesalan yang akan dialami manusia yang memiliki dosa jariyah ini.

Satu prinsip yang selayaknya kita pahami, bahwa yang Allah catat dari kehidupan kita, tidak hanya aktivitas dan amalan yang kita lakukan, namun juga dampak dan pengaruh dari aktivitas dan amalan itu. Allah berfirman di surat Yasin,

إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ

“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Yasin: 12)

Orang yang melakukan amal dan aktivitas yang baik, akan Allah catat amal baik itu dan dampak baik dari amalan itu. Karena itulah, islam memotivasi umatnya untuk melakukan amal yang memberikan pengaruh baik yang luas bagi masyarakat. Karena dengan itu dia bisa mendapatkan pahala dari amal yang dia kerjakan, plus dampak baik dari amalnya.

Sebaliknya, orang yang melakukan amal buruk, atau perbuatan maksiat, dia akan mendapatkan dosa dari perbuatan yang dia lakukan, ditambah dampak buruk yang ditimbulkan dari kejahatan yang dia kerjakan.
Selama dampak buruk ini masih ada, dia akan terus mendapatkan kucuran dosa itu. wal’iyadzu billah.. , itulah dosa jariyah, yang selalu mengalir. Sungguh betapa mengerikannya dosa ini.

Mengingat betapa bahayanya dosa jariyah ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan umatnya agar berhati-hati, jangan sampai dia terjebak melakukan dosa ini

APA YANG KAMU TINGGALKAN UNTUK ANAK-ANAKMU ?





Pada saat hari pembaiatan khalifah Al Mansur Rahimahullāh, masuklah Muqatil bin Sulaiman rahimahullāh...

Kemudian sang khalifah pun berkata kepadanya: “Berilah saya nasehat wahai Muqatil...
Beliaupun menjawab: ”Saya beri nasehat dengan yang pernah saya lihat ataukah yang saya dengar?".
Khalifah : “Dengan yang engkau lihat..”
Muqatil : “Wahai amirul mukminin, Umar bin Abdil aziz (khalifah yg terdahulu) memiliki 11 orang anak...

Beliau meninggalkan warisan hanya 18 dinar, 5 dinar untuk membeli kafan dan 4 dinar utk membeli pekuburan beliau, sisanya 9 dinar dibagikan kepada 11 anaknya..

Dan Hisyam bin Abdul Malik (khalifah setelahnya) punya 11 orang anak juga, dan jatah warisan tiap anaknya 1 juta dinar...

Demi Allah wahai amirul mukminin...sungguh saya telah menyaksikan dengan mata kepala saya sendiri di suatu hari salah seorang anak 'Umar bin 'Abdul Azis bersedekah 100 kuda perang untuk jihad fii sabilillah...

Dan salah seorang anak Hisyam bin Abdul Malik sedang mengemis di dalam pasar...

Beliau melanjutkan nasehatnya, “Orang-orang pernah bertanya kepada 'Umar bin 'Abdul Azis (sebelum wafatnya): “Apa yang kamu tinggalkan untuk anak-anakmu?!” (Karena umar terkenal dengan sedekahnya yg luarbiasa)

Maka beliau (Umar bin 'Abdul Azis) pun menjawab: ”Saya meninggalkan untuk mereka ketakwaan kepada Allah...

Jika mereka adalah orang-orang yang sholeh, maka sesungguhnya Allah adalah wali (pelindung) bagi orang-orang yang sholeh...

Jika mereka bukan orang yang sholeh, maka tidak akan saya tinggalkan sedikitpun yang membantu mereka bermaksiat kepada Allah..”

Renungkanlah..!!

Berapa banyak orang yang sibuk, bekerja keras, bersusah payah didunia ini hanya demi menjamin kehidupan anaknya dimasa depan...

Mereka mengira, dengan uang atau harta yang ada setelah kematiannya adalah jaminan kehidupan bagi anak keturunannya...


Namun mereka lupa akan jaminan yang agung dan hakiki yg telah dijanjikan sang pencipta dalam kitabNya...

( وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ) …”

"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan keturunan yang lemah sepeninggal mereka, maka bertakwalah kepada Allah dan berkatalah dengan perkataan yang benar...”

✒ Ustadz Abu Shalih Fauzan, MA

Artikel diambil dari:
http://www.madinatulquran.or.id/

__________________________________

Friday, 23 January 2015

Hukum Membuat Spanduk Natal

Ihsan – Rabu, 8 Safar 1435 H / 11 Desember 2013 09:10 WIB

Assalamu’alaikum wr wb Ustadz..

langsung saja ya….

saya punya percetakan, kemudian ada orang non muslim meminta jasa percetakan saya untuk membuatkan misalnya spanduk natalan, apakah saya boleh mengerjakan spanduk natalan orang tersebut? minta penjelasannya, berikut dengan dalil2nya. Jazaklh khoir….

Waalaikumussalam Wr Wb

Pada dasarnya tidak ada larangan bermuamalah bisnis dengan orang-orang kafir dalam hal-hal yang mengandung kemaslahatan bagi manusia dan tidak menyangkut kepada urusan aqidah, sebagaimana firman Allah swt :

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

Artinya : “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil.” (QS. Al Mumtahanah : 8)

Namun apabila muamalah bisnis itu sudah menyangkut urusan aqidah bahkan dapat mengukuhkan eksistensi orang-orang kafir, seperti pembuatan kartu-kartu ucapan Natal, spanduk-spanduk Perayaan Natal dan yang sejenisnya maka hal ini tidak diperbolehkan karena termasuk didalam kategori tolong-menolong dalam perbuatan maksiat dan dosa.

Syeikh Abdul Aziz bin Bazz—semoga Allah merahmatinya—mengatakan bahwa orang-orang beriman baik laki-laki maupun perempuan tidak diperbolehkan membantu perayaan hari raya orang-orang Nasrani, Yahudi atau pun yang lainnya karena perayaan-perayaan itu bertentangan dengan syariah.

Untuk itu tidak diperbolehkan ikut sera didalamnya, tidak bertolong-tolongan dengan mereka (pada saat itu), tidak membantu mereka dengan sesuatu apa pun baik berupa secangkir teh, kopi atau yang lainnya, sebagaimana firman Allah swt :

وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Artinya : “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS. Al Maidah : 2)

Membantu orang-orang kafir didalam hari raya mereka merupakan salah satu dari bertolong-tolongan dalam perbuatan dosa dan pelanggaran.” (Majmu’ Fatawa Syeikh Ibn Bazz juz VI hal 405)

Dalam penjelasannya, al Lajnah ad Daimah Lil Buhuts al Ilmiyah wa al Ifta’ menyebutkan bahwa tidak diperbolehkan bagi seorang muslim bertolong-tolongan dengan orang-orang kafir dalam bentuk pertolongan apa pun untuk hari raya mereka seperti :

menyebarluaskan dan mengumumkan hari raya mereka, seruan-seruan kepadanya dengan sarana apapun baik seruan melalui media informasi, logo-logo jam, spanduk-spanduk, pembuatan pakaian-pakaian, kartu-kartu ucapan, buku-buku tulis sekolah, discount-discount harga atau hadiah-hadiah, kegiatan-kegiatan oleh raga atau pemberian harga khusus yang ditujukan untuk perayaan itu.


Thursday, 22 January 2015

10 Permintaan Iblis Kepada Allah Swt

Posted by Kisah Islami Teladan on Senin, Januari 07, 2013
Assalamu'alaikum wr. wb. sahabat...

Namanya iblis laknatullah memiliki cita-cita untuk menjurumuskan manusia agar berbuat sesat.
Karena iblis sudah dimurkai dan dilaknat oleh Allah SWT, maka iblis pun memiliki permintaan-permintaan kepada Tuhan.
Oh iya, buat para sahabat yang menyukai artikel Kisah Teladan Islami, bisa mengikuti perkembangan update posting via facebook di Kisah Teladan Islami

Kisahnya

Iblis berkata, Wahai Muhammad, aku tidak bisa menyesatkan orang, aku hanya bisa membisikkan dan menggoda. Jika aku bisa menyesatkan maka tidak akan tersisa seorangpun, sebagaimana dirimu, kamu tidak dapat memberikan hidayah sedikitpun. Engkau hanya Rasul yamg menyampaikan amanah . Jika kau bisa memberi hidayah maka tak ada seorangpun yang kafir di muka bumi ini. Bahkan engkau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara hidupnya.

Orang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya, sedangkan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara sejak dalam kandungan.
(Hadits riwayat, Muadz bin Jabal ra & dari Ibnu Abbas ra.)



IBLIS

Allah SWT berfirman,

وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ ١١٨
إِلا مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ وَلِذَلِكَ خَلَقَهُمْ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لأمْلأنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ ١١٩

Artinya:
118. Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka Senantiasa berselisih pendapat,
119. kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. dan untuk Itulah Allah menciptakan mereka. kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: Sesungguhnya aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.
(QS. Hud :118-119)

Allah SWT berfirman,

مَا كَانَ عَلَى النَّبِيِّ مِنْ حَرَجٍ فِيمَا فَرَضَ اللَّهُ لَهُ سُنَّةَ اللَّهِ فِي الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلُ وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ قَدَرًا مَقْدُورًا٣٨

Artinya:
"Tidak ada suatu keberatanpun atas Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku.."
(QS.Al Ahzab :38)

Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan tinta pena telah lama kering . Maha suci Allah yang telah menjadikanmu pemimpin para nabi dan Rasul , pemimpin penduduk surga dan telah menjadikan aku pemimpin penduduk neraka jahanam .
Aku ini si celaka terusir. Inilah yang ingin aku sampaikan kepadamu dan aku tak berbohong.

10 Permintaan Iblis Kepada Allah Swt adalah sebagai berikut:


  1. Aku meminta agar Allah membiarkanku berbagi alam harta dan anak manusia ,Allah mengizinkan " Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. Dan janjikanlah mereka (tetapi) tidaklah janji setan kecuali semua itu tipuan"(QS.Al Isra-64) Aku akan makan dari harta yang tidak dizakatkan.Aku juga makan makanan haram yang bercampur dengan riba . ku makan juga makanan yang tidak dibacakan atas nama Allah
  2. Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang-0orang yang berhubungan (bersetubuh) dengan istrinya tanpa berlindung kepada Allah. Setan akan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada setan.
  3. Aku minta agar aku bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan yang berjalan tidak untuk tujuan yang halal.
  4. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.
  5. Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagi masjidku.
  6. Aku minta agar Allah menjadikan sya'ir ( dari penyair) sebagai qur'anku.
  7. Aku meminta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.
  8. Aku meminta agar Allah memberikanku saudara , yaitu orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat . Allah berfirman "Orang yang boros adalah saudara-saudara setan." (QS.Al Isra' 27)
  9. Aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku. (dengan seizin Allah hanya sebagian saja yang bisa melihatku)
  10. Aku meminta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia. Allah menjawab " silahkan " dan aku bangga dengan kemampuan tersebut hingga hari kiamat. sebagian besar manusia bersamaku dihari kiamat.

Sumber: syajaratul kaun dan hikayah iblis.

http://www.kisahislamiah.blogspot.com